Aku dan anak jalanan

Kotor, kumal, bau dan urakan adalah sesuatu yang sangat biasa bagi kehidupan anak jalanan,hal itu juga yang terpikir oleh saya. Mereka sudah terbiasa dengan kemiskinan,penderitaan,bahkan terkadang menjadi korban pembunuhan oleh anak jalanan lain. Pernah saya melihat anak jalanan yang sedang mengemis, kalau di taksir umur mereka sekitar 7 atau 8 tahun, salah satu dari mereka membawa anak kecil yang masih bayi dan tidak mengenakan baju, melihat keadaan seperti itu hati siapa yang tidak iba. Apa yang mendorong mereka untuk melakukan itu, apa karena tuntutan untuk bertahan hidup ataukah ada seseorang yang memang menyuruh mereka untuk melakukan hal seperti itu.

Sesekali mereka mengulurkan tangannya untuk meminta-minta,bahkan tak jarang dari mereka meminta paksa kepada setiap orang yang lewat, pemandangan seperti inilah yang sangat sering dijumpai di ibukota ini. Sampai kapan mereka akan mengemis?Bagaimanakah nasib mereka kelak?Apakah akan berubah atau bahkan akan lenyap dan hilang begitu saja seperti ditelan bumi?Benar-benar masalah yang sangat pelik bagi Negara ini dimana sekarang lebih banyak orang-orang egois yang memperhatikan dirinya sendiri, yang hanya berlomba-lomba untuk mengisi kantungnya  sendiri.

Namun ada satu kejadian yang tiba-tiba membuat prasaan saya yang tadinya iba, mendadak menjadi berubah sebaliknya. Ini bermula saat saya sedang jalan-jalan ke suatu tempat, kemudian saat pulang saya melewati sebuah stasiun kereta yang  mendadak berhenti lama, beberapa menit kemudian tiba-tiba gerbong yang saya tumpangi sudah dipenuhi oleh anak jalanan yang kira-kira baru menginjak SMP.

Waktu itu digerbong hanya ada 2 orang pegawai kantoran dan menjadi 3 dengan saya. Awalnya perilaku anak jalanan itu biasa saja, kemudian ada seorang anak kecil yang berpenampilan sangat seronok (saya bilang begitu karena pakaiannya memang tidak pantas untuk ukuran seorang anak kecil) mukanyapun penuh dengan polesan makeup. Namun lama kelamaan banyak bermunculan anak yang sberpenampilan seperti itu , lama kelamaan  makin anehlah (liar) tingkah laku mereka.

Kepalaku sudah mulai pusing melihat pemandangan yang semakin gila saja, dan sampai puncaknya ketika ada seorang anak perempuan yang diperlakukan tak senonoh oleh teman lelaki sebayanya,entah itu hanya gurauan atau memang di sengaja, saya tak mau memperhatikannya, namun herannya anak perempuan itu hanya tertawa saja dan kembali merangkul anak laki-laki lain.  Kejadian itu menjadi bulan-bulanan oleh sesama anak jalanan lain.

Sungguh pemandangan yang sangat mengerikan, anak sekecil itu sudah berbuat demikian, ingin sekali rasanya saya menghilang dari tempat itu, ternyata tiba-tiba 2 orang pegawai yang sedari tadi merasa tidak nyaman dengan keadaan itu meninggalkan gerbong dan pindah ke gerbong lain, serentak saya langsung mengikuti langkah 2 orang tersebut. Kalau melihat tingkah mereka yang seperti itu rasanya ada sedikit rasa iba yang hilang, yaahh….hari itu memang benar-benar pengalaman yang tak ingin saya lihat lagi seumur hidup.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: