Menurut Sabriani (1963), mempertanyakan apakan bahasa mempengaruhi perilaku manusia atau tidak? Sebenarnya ada variabel lain yang berada di antara variabel bahasasa dan perilaku. Variabel tersebut adalah variabel Realita. Jika hal ini benar maka terbukalah peluang bahwa belum tentu bahasa yang mempengaruhi perilaku manusia, bisa jadi realita atau keduanya.
Kehadiran realita dan hubungannya dengan variabel lain, yakni bahasa dan perilaku perlu dibuktikan kebenarannya. Selain itu perlu juga dicermati bahwa istilah perilaku menyiratkan penutur. Istilah perilku merujuk ke perilaku penutur bahasa, yang dalam artian komunikasi mencakup pendengar, pembaca, pembicara, dan penulis.
Sumber : Tri Wahyu R.N , Universitas Gunadarma








